Home Media PMI / TKI Polisi Sidik Kasus, 5 Calon TKW Kabur dari BLK

Polisi Sidik Kasus, 5 Calon TKW Kabur dari BLK

SHARE
Polisi Sidik Kasus, 5 Calon TKW Kabur dari BLK

Keterangan Gambar : Polisi Sidik Kasus, 5 Calon TKW Kabur dari BLK

mediaLABOUR.com - Malang, Polisi tengah menyelidiki adanya pelanggaran pidana usai 5 calon TKW kabur dari balai pelatihan kerja di Kota Malang. 7 Saksi sudah dimintai keterangan. Salah satunya manajemen PT Centra Karya Semesta, tempat karantina calon TKW tersebut.

"Kita sudah periksa tujuh saksi, baik itu dari warga maupun dari manajemen PT," kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo kepada wartawan, Jumat (11/6/2021).

Tinton mengaku, pihaknya sudah memiliki data adanya calon TKW lain yang masih berada di balai pelatihan bernama Centra Karya Semesta Jalan Rajasa, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, itu.

Namun, pihaknya tidak bisa membeberkan secara detil proses penyelidikan yang sedang berjalan. "Kita masih proses penyelidikan, kita juga perlu mendalami. Karena untuk menentukan satu tindak pidana, kita harus memiliki beberapa alat bukti dan juga fakta-fakta," tuturnya.

Satreskrim Polresta Malang Kota juga belum meminta keterangan tiga korban, yang saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

"Kita akan berkoordinasi dengan rumah sakit, apakah diperbolehkan melakukan pemeriksaan dengan kondisi korban seperti itu," tegasnya.

Dari pemeriksaan itu, lanjut Tinton, diharapkan bisa mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi. Termasuk video-video berisi keterangan korban yang kabur kini beredar.

"Dari pemeriksaan itu, akan bisa menjawab beredar video-video itu, akan kita tanyakan juga. Yang jelas, kami akan bergerak secara profesional. Kalau memang ada tindak pidana, akan kita proses menurut aturan hukum yang berlaku," tandasnya.

Tinton mengungkapkan, fakta sementara terjadi adalah, tiga calon tenaga kerja loncat dari tempat penampungan. Tentu, aksi nekat mereka memiliki alasan yang perlu diungkap.

"Kita bicara sebab akibat, sementara fakta yang ada, tiga orang meloncat. Tentu ada sebabnya, ini yang nantinya kita ungkap," pungkasnya.

"Kita sudah melakukan gelar perkara di Polresta Malang Kota, kita sudah naikan status dari penyelidikan ke penyidikan," ujar Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata usai bertemu Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia(BP2MI) Benny Rhamdani di Mapolres, Sabtu (12/6/2021).

Leonardus mengungkapkan, tindak pidana yang ditemukan selama proses penyelidikan adalah praktik perdagangan orang. Pihaknya juga masih mendalami kasus ini, untuk menentukan unsur-unsur penerapan pasal jika ditemukan adanya tindak pidana lainnya.

"Ini tindak pidana perdagangan orang, lalu untuk unsur-unsur pasalnya, kalau ada tindak pidana lainnya, masih dalam pendalaman kami," tegas Leonardus.

Leonardus mengaku, selama proses penyelidikan telah memeriksa sebanyak 11 saksi. Mereka berasal dari perusahaan penyedia kerja, warga sekitar, dan juga saksi korban.

"Dengan pembuatan LP model A, dan kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap 11 saksi, baik dari perusahaan penyedia kerja, baik dari saksi-saksi korban dan juga tetangga yang ada di sekitar lokasi," akunya.

Meski sudah menaikkan status dalam proses penyidikan, kata Leonardus, pihaknya belum menetapkan adanya tersangka dalam kasus tersebut.

"Ini baru kita naikkan sidik, ada beberapa tahap penyidikan yang akan kita lakukan, baik itu dilakukan oleh penyidik, kami nanti menetapkan status tersangkanya," tegasnya.

Temuan adanya pelanggaran oleh PT CKS yang disampaikan langsung Kepala BP2MI Benny Rhamdani turut menjadi catatan penyidik, untuk menjadi bahan penuntasan kasus kaburnya 5 calon TKW itu.

Termasuk, adanya ruang khusus diduga menjadi tempat hukuman dan penyiksaan calon TKW selama berada di balai latihan kerja.

"Itu sudah masuk di kita informasinya (ruang hukuman), segala sesuatu informasi tadi, akan menjadi bahan lidik dan sidik kami. Karena itu kami mohon kalau ada info-info lain, bisa segera diberikan kepada kami. Maka akan dilakukan tindakan oleh penyidik, untuk langkah penetapan selanjutnya," tegas Leonardus.(lagaligo86)